Smart, Progresif, and Transformative

selamat datang di Buletin 73, media ini sebagai informasi dan tukar pengetahuan antar sesama manusia. siapa saja yang berminat menulis ataupun memberikan suatu informasi yang bermanfaat, layangkan tulisan anda ke "buletin73@gmail.com"
salam Editorial.
(bagi yg Upload tolong tulisan yg akn di upload Rata kanan n Kiri, dan dirapikan, Editorial)
Kami bukan dewa, bukan sang pencipta, jadi kritik Kami!!!

Jumat, 13 Juni 2008

Sorot

“Hadapilah dengan senyuman semua yang terjadi biar terjadi,

Hadapi dengan tenang jiwa semua akan baik-baik saja…”.(Dhani Ahmad)

2 juli 2007 hari pemberangkatan KKN tematik unit 73 di berangkatkan ke lokasi tepatnya di dusun puton desa trimulyo kecamatan jetis kabupaten bantul Yogyakarta. KKN unit ini mengusung tema mengenai prasarana fisik, baik itu berupa perbaikan maupun pembangunan fasiltas umum. Fasilitas umum yang dimaksud adalah segala sesuatu hal yang berkaitan dengan kepentingan besama, misalnya WC umum, Masjid, jalan dusun, dll, semua berkaitan dengan kepentingan masyarakat yang sifatnya dapat bermanfaat demi kelangsungan hidup bersama dan bermasyarakat. Desa puton merupakan salah satu tempat yang dilanda bencana gempa bumi dari kabupaten bantul. Kerusakan prasarana fisik masih terlihat di desa puton ini terlebih mengenai fasilitas umum, namun tingkat kerja keras dan inisiatif swadaya masyrakat yang tinggi yang membuat masyrakat tidak bermanja-manja dalam menghadapi masalah akibat pasca gempa. Kehidupan masyarakat puton sangat bersahabat dan memiliki semangat gotong royong yang tinggi, ini terlihat dari beberapa kegiatan masyrakat yang saling tolong menolong dan menyelesaikan sesuatu secara musyawarah dan kekeluargaan. Kita tak harus terjebak dalam ketakutan yang ada, ketakutan hanyalah bayang-bayang yang sangat menakutkan kita harus bangkit dari ketepurukan yang ada, itulah semangat yang dibangun di desa puton, semangat untuk bangkit.

Observasi dan Identifikasi permasalahan

“Optimalkan pikiranmu, lihat, dengar dan rasakan apa yang ada dihadapanmu”.

Seminggu telah kita melakukan observasi dan mengidentifikasi permasalahan yang ada di desa puton, dari tiap-tiap sub unit telah melakukan survei dan wawancara terhadap pengurus RT maupun langsung interaksi dengan warga. Banyak hasil-hasil yang di dapat dari observasi yang berguna untuk menentukan program yang akan kita buat. Namun yang menjadi pertanyaan apakah observasi itu mutlak keinginan masyarakat atau ada unsur subjektifitas dalam penentuan permasalahan. Teori yang didapatkan dari akademik universitas belum tentu sama aplikasinya dengan yang ada dilapangan, KKN adalah suatu bentuk aplikasi civitas akademik untuk menerapkan ilmu yang didapat dalam pemberdayaan masyarakat, disinilah kita belajar bagaimana bersosialisasi dan berinteraksi dengan masyarakat.

Kejelasan dana

Dari rapat forum besar yang diadakan pada hari Selasa, 10 Juli 2007 yang direncanakan dimulai pada pukul 13.00 tapi sepertinya waktu kita sendiri yang mengatur, bukannya kita yang diatur waktu, sehingga rapat forum dimulai pada pukul 13.45. Dalam diskusi forum telah di temukan titik terang bahwa dana pihak sponsor pasti turun, dan kesepakatan yang diambil bahwa dana tersebut di bagi rata antar sub unit dan mendapatkan Rp.1.250.000/sub unit dengan perincian Rp.1.000.000 dialokasikan sub unit dan Rp.250.000 dikembalikan ke unit sebagai dana cadangan yang berguna untuk program lainnya.

Kemudian mengenai kejelasan dana transport telah disepakati bahwa sisa dana tersebut akan dialokasikan untuk acara kita dan untuk kita, seperti misalnya perpisahan KKN, ataupun memberikan kado untuk acara perpisahan. Dana khusus program untuk program, dana yg diperuntukan buat kita untuk kita. Dalam forum yang diadakan selasa siang tersebut juga menawarkan kepada teman teman unit untuk mengikuti training manajemen bencana yang di adakan oleh LSM Muslim Aid. (malaikat_kiri)

Kebenaran yang Terdistorsi oleh Tawa.

Apakah pangeran benar-benar jatuh hati dengan ratu?

Tak terasa telah seminggu kita menginjak bumi Bantul ini bersama kawan-kawan KKN. Berbagai kegiatan telah kita jajaki. Mulai observasi, menentukan tema kegiatan, bersenda gurau dengan warga, dsb. Senang, susah dan lelah telah kita rasai dengan peluh keringat yang membasahi raga kita.

Lalu apa yang menjadi selingan dari kegiatan KKN ini? Basi mungkin bila kita mengatakan yang telah disebutkan diatas, karena kita semua merasakan itu semua. Tetapi yang menjadi menarik adalah fenomena ‘cinta lokasi’.

Selentingan kabar mengenai adanya ketertarikan dengan sesama rekan KKN merupakan sedikit ‘bumbu’ dari dua bulan yang akan penuh perjuangan ini. Mungkin kawan-kawan sering mendengar panggilan ‘pangeran’ dan ‘ratu’ dari pegiat KKN yang lain. Asumsi dari pegiat yang mengetahui fenomena ini mengatakan, pangeran adalah seorang yang kesepian tanpa memiliki kekasih. Lalu ratu adalah seorang gadis terpilih dan beruntung yang menjadi pujaan hati sang pangeran. Tetapi apakah hal ini adalah sebuah kenyatan? Masih menjadi sebuah tanda tanya besar bagi rekan bulletin73.

Menjadi suatu fenomena tanpa menangkap nomena—inti fenomena—apabila kita melihat kejadian ini sebagai suatu hal yang layak untuk kita perbincangkan disela sarapan pagi. Wacana-wacana demikian menjadi semakin absurd dengan tidak adanya kejelasan dari pegiat KKN yang sering tertawa tidak jelas mengenai pangeran.

Seiring berlalunya waktu, kebenaran kabar tersebut mulai terkuak melalui pengungkapan dari sang pangeran sendiri. “Itu hanya sebagai candaan kawan-kawan satu pondok saja, karena memang para penghuni pondok tersebut adalah anak-anak yang suka bersenda gurau” pengakuan pangeran.

Mungkin memang benar adanya apa yang disampaikan oleh pangeran. Setelah rekan-rekan bulletin73 selidiki, pegiat KKN yang ada di pondokan tersebut merupakan sekumpulan ‘orang’ yang suka sekali bercanda, bahkan mungkin bisa jadi kelewatan bercandanya.

Lalu siapakah pangeran dan ratu tersebut? Mungkin akan lebih baik menjadi rahasia saja agar tidak merugikan berbagai pihak. Pun demikian tanggapan pangeran, “biar menjadi rahasia kami saja, karena kasihan dengan pihak yang terkait—baca ratu. Saya sih tidak masalah, karena saya tahu, teman-teman saya tidak benar mengenai hal tersebut, tetapi tidak demikian dengan dia” ungkap pangeran.

Menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa tidak selamanya keadaan umum sebanding lurus dengan kenyataan yang ada. Janganlah menggunakan rasio dengan logika terbalik bila menerima segala informasi. ‘Kunyahlah’ informasi, identifikasi , lalu telanlah apabila informasi itu telah keluar dari sang ‘korban’. Karena memang kebenaran bukanlah fenomena yang berkeliaran didunia ini. Tetapi kebenaran adalah nomena dari realitas dunia yang abstrak ini. Salam hangat. [Romo&Rambo]